gelita,
terasa aku yang buta,
melangkah perlahan,
penuh hati-hati,
sunyi, cuma bayang-bayang,
berdondangkan kesayuan,
rentak kemalasan.

aku benci kelam,
mungkin disitu.
atau dimana?
ah! sana...
sekadar deru nafas,
cemas,
tewas,
aku benci kelam,
mana cahayaNya?
harus, kapan lagi?
tercegat berdiri disini.
hampir nyayok,
bertahun, gelap, kelam,
malam, suram,
disalut kepompong,
tersekat dikerongkong,
84 tahun, Islamku,
masih tidur lagi?
masih angau lagi?
Melayuku, Islamku,
Sayangku,
yang sudah itu, sudahlah....
terasa aku yang buta,
melangkah perlahan,
penuh hati-hati,
sunyi, cuma bayang-bayang,
berdondangkan kesayuan,
rentak kemalasan.

aku benci kelam,
mungkin disitu.
atau dimana?
ah! sana...
sekadar deru nafas,
cemas,
tewas,
aku benci kelam,
mana cahayaNya?
harus, kapan lagi?
tercegat berdiri disini.
hampir nyayok,
bertahun, gelap, kelam,
malam, suram,
disalut kepompong,
tersekat dikerongkong,
84 tahun, Islamku,
masih tidur lagi?
masih angau lagi?
Melayuku, Islamku,
Sayangku,
yang sudah itu, sudahlah....
He..he...pagi2 baca puisi Pendekar
ReplyDelete84 tahun ?.....diorag berjuang tanpa ada titik akhirnya,....xpela kita teruskan...
ReplyDeletemenarik..sy pn suka puisi..walaupun x pandai berpuisi..salam singgah..thanks sudi ke my blog..=)
ReplyDeleteالسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
ReplyDeleteDr.Araz, Idea datang kena curah takut nanti melimpah....heh
nazirul mubin, akhirnya tunggukan kiamat.....heh
dakgilachoc a.k.a nani, tanx.....welcome to our kakisyurga......
salam...
ReplyDeleteAl Bayyinah ayat pertama:
Orang-orang ingkar yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya/prinsipnya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,
Alhamdulillah...